Rabu, 30 Mei 2012

Uangggg-Kuuuuuuuu

Betapa senangnya hari ini. dan Betapa miskinnya gw di hari ini. Senangnya gw bisa punya sepatu, dan tanpa gw sadari pembelian sepatu itu akan memakan jatah uang buat cacing di perut selama 2 bulan. Ya pembelian sepatu yang menyebabkan miskin mendadak
Tapi disisi lain gw seneng bisa punya sepatu baru hahahhaa. Sepatu lama yang setia gw injak-injak bahkan buat nginjak ee kini bisa pensiun juga. Masa jabatan dia bekerja adalah 5years, awetkan??
Pas sepatu gw tiba di rumah, rasanya itu ga sabaran buat segera di pakai jalan-jalan, entah itu ke mall atau ke kuburan. Dannnnn ....
Kesalahan terbesar gw memakai sepatu baru ini adalah di hari Senin dan menggunakan angkot. Kebayangkan penuhnya angkot di hari Senin pagi?? yapp saat itu gw kesiangan buat berangkat kuliah, jadilah bus yang gw tumpangi kalo senin jam 7 itu penuh bukan main. Saat di dalam bus sengaja nyari tempat yang sekiranya aman buat sepatu ini, namun karena udah penuh banget jadilah gw kegeser-geser dari berada di tengah ke posisi paling belakang. Nah di posisi itu rawan banget, dan bener aja sepatu gw KEINJEK INJEK orang, argghhh damnnn. Saat ke injek injek gw selalu teriak UANGGG-KUUUU sambil hanya bisa pasrah dan nangis dalam hati huhuhuhuhhuu.....

ini adalah foto sepatu yang telah pensiun :


dan ini adalah sepatu baru-ku (norak) (biarin) hahahahhaa :




Sabtu, 05 Mei 2012

Pagar Penuh Bra di Selandia Baru





Bayangkan padang rumput terhampar berlatar pegunungan berpuncak salju di Selandia Baru. Sementara tepat di tepi jalan, pagar kawat memanjang berhiaskan ratusan....bra? Pagar Bra Cadrona pernah jadi objek wisata kontoversial.

Di Central Otago, Selandia Baru, tepatnya di pinggir lahan pertanian di Lembah Cadrona, ada sebuah objek wisata yang mengundang pro dan kontra. Jika di Korea Selatan dan Jerman ada pagar penuh dengan gembok, maka di Otago ada pagar penuh dengan bra!

Entah siapa yang memulai, tapi seperti dilansir Oddity Central saat dilongok detikTravel, Jumat (4/5/2012), kebiasaan menaruh bra di pagar ini dimulai sejak Natal 1999. Dimulai dari 4 bra, kemudian menjadi 60 bra.

Setahun kemudian, di pagar itu sudah ada 200 bra. Pemberitaan media sukses menarik wisatawan datang ke Cadrona.

Ratusan bra ini beberapa kali dibersihkan, namun secepat itu pula bra-bra ini kembali bermunculan. Ini tidak lain karena pagar bra, menjadi objek wisata yang sangat menarik wisatawan. Pada 2006, jumlah bra sudah mencapai 800 buah!

Sebagian orang memang menganggap ini daya tarik wisata. Tapi, mengingat Cadrona sudah memiliki pemandangan indah dan padang rumput berlatar pegunungan salju, keberadaan pagar bra ini juga dianggap merusak suasana.

Nasib objek wisata pagar bra ini akhirnya berakhir pada 28 April 2006. Dewan kota setempat menganggap keberadaan pagar bra ini mengganggu keselamatan berlalu lintas dan merusak pemandangan.

Acara pembersihan pagar pun dilakuan secara besar-besaran melalui kegiatan pengumpulan dana dan upaya pemecahan rekor ikatan bra paling panjang sedunia, di Kota Wanaka di dekat situ. Rekor dunia gagal dipecahkan, tapi acara itu sukses menggalang duit 10.000 dollar.

Kini wisatawan sudah tak bisa melihat lagi bra di Cadrona. Tapi jangan khawatir, pagarnya masih ada dan pemandangan cantik khas Selandia Baru masih bisa Anda nikmati selama liburan di sana.

Sumber :
http://travel.detik.com/read/2012/05/04/172750/1909576/1025/5/ups-pernah-ada-pagar-penuh-bra-di-selandia-baru

Rafting di Telaga Waja, Bali






Jika mengarungi jeram Sungai Ayung sudah terlalu biasa untuk dilakukan di Bali, lo bisa mencoba alternatif lain, yaitu mengarungi Telaga Waja. Selain jeramnya yang cukup menantang, Sungai ini memiliki pemandangan air terjun yang sangat indah.
Telaga Waja adalah sungai yang berhulu di kaki Gunung Agung. Airnya sangat jernih dan dingin, serta memiliki banyak jeram dengan grade empat yang lumayan ekstrim.
Jika melakukan arung jeram di Sungai Waja, lo akan melewati pemandangan indah seperti hutan, sawah, dan ditambah air terjun yang tidak akan lo dapatkan di lokasi arung jeram lainnya.
Wisatawan yang berkunjung biasanya adalah pelancong mancanegara. Jadi, jangan heran jika lo datang dan menjadi warga lokal satu-satunya yang berarung jeram di sini. Maklum saja, warga Indonesia lebih suka untuk berbelanja ke Pasar Sukowati.
Bagi lo yang tidak bisa berenang, jangan kuatir karena lo akan dibekali alat keselamatan seperti pelindung kepala dan rompi pelampung. Tidak hanya itu, lo juga akan ditemani pemandu yang sudah terlatih.
Untuk menuju Telaga Waja, kalian cukup datang ke beberapa agen wisata yang tersebar di Bali. Untuk wisatawan lokal, harga yang ditawarkan antara Rp 300-350 ribu. Ongkos ini sudah termasuk pick up service dari hotel tempat kamu menginap menuju Telaga Waja pulang-pergi serta makan siang setelah rafting.
Yang paling penting, jangan lupa membawa pakaian ganti, sendal gunung, peralatan mandi, kamera, dan uang secukupnya untuk membeli minuman sewaktu beristirahat di sekitar lokasi.